Andalan

Cinta pertama

Cinta dan kasih sayang memang kodrat manusia,rasa rindu ketika tak bertemu,itulah yg dirasa Adrian ,Adrian yg masih duduk di SMK tingkat 11, sangat mencintai Rara gadis manis satu kelasnya, Rara memang gadis yg cantik dan manis , boleh dibilang sebagai primadona di sekolah Adrian,sebagai gadis primadona tentunya banyak cowo yg menyukai dan menaruh hati sama Rara.
Seperti biasa adrian berangkat pagi kesekolah, didaerah taggerang, jarak yg tidak terlalu jauh dari rumah kesekolah sehingga hanya ditempunh sekitar 25 menit dg sepeda motor,Cinta yg sedang dirasa dan bersemi di hati adrian, membuat Adrian semangat untuk berangkat sekoah ,yah cinta yg sedang dirasanya memang baru cinta yg pertama bagi adrian,sesampai disekolah jam baru menunjukan pukul 6.25 wib, dia masuk kelas dan melihat kalau rara belum datang,teman temannya tahu kalau Adrian sedang jatuh cinta sama Rara,Adrian tegolong cowok pendiam dan kurang agresif sehingga rasa cintanya yg menggelora yg membuatnya berdebar sesekali melihat Rara belum berani ia ungkapkan kepada Rara,semua temannya tahu kalau Rara banyak cowo yg naksir dan menaruh hati sama Rara.
Tampang Adrian yg paspasan membuat adrian merasa berat memperjuangkan cintanya,bersaing dg cowok cowok yg lain, namun adrian optimis kalau cintanya akan di terima Rara,sembari duduk dan menunggu bel masuk berbunyi dia baca buku pelajaran,untuk menghilanggkan kejenuhan,tidak lama kemudian bel masuk pun berbumyi menandakan jam masuk sekolah,tidak bisa dipungkiri adrian, kalau rasa rindu yg mendera dirinya sangat kuat,sesekali adrian melihat pintu sembari menghela nafas menahan debaran asmara yg sedang menggelora,sampai akhirnya matanya menangkapsesosok cewe manis dan tinggi, dadanya bergemuruh dalam hatinya bergumam, “betapa cantiknya duhaii pujaan hatiku,”    karena saking terpesonanya sehingga sehingga diapun srtemgah melmun,temen di sebelah nya sampai menegornya.
Karena cintanya yg begitu kuat Adrian bertekat,apapun yg terjadi akan memperjuangkan cintanya sama Rara,walau Adrian punya tampang yg paspasan namun adrian adalah cowok terpandai dikelasnya bahkan tak tanggung tanggung posisi Adrian  sebagi ketua Osis di sekolahnya sehingga diapun banyak dikenal dan akrab dg teman cowok dan cewek,di balik kepandaianya di akademis dia punya sifat yg pendiam dan agak penakut untuk mengutarakan perasaanya kepada cewek,cinta yg dirasa Adrian sudah lama dia pendam,namun adrian tak tinggal diam dan berpangku tangan untuk memperjuangkan cintanya, dalam beberapa kesempatan Adrian berusaha mendekati Rara ,
Suatu hari, adrian mencari cara bagai mana caranya untuk mengungkapkan perasaanya kepada gadis pujaannya,dia ceritakan keinginannya untuk mengungkapkan isi hatainya, kepada teman karibnya,kata teman karibnya adrian harus an dekatan terlebih dahulu baru mengutarakan isi hatinya,setelah dipikir pikir usulan temannya adabenarnya,usaha pendekatan yg selama ini dirasa masih kuraang ,perlu pendekatan untuk menunjukan kalau adrian punya rasa dan mencintai Rara, ujar teman karibnya,Adrianpun mengurungkan niatnya untuk segera mengungkapkan isihatianya,hari berganti,setelah beberapa hari usaha adrianpun kelihatan hasilnya Rara semakin dekat sama adrian bahkan di setiap kesempatan mereka kadang bersama sama,hari hari di lalui adrian dan rara dg canda dan gurauan -gurauan kecil.
malam minggu,malam yg cerah langit berhiaskan rembulan  dan sedikit bintang,Adrian duduk di serambi rumah melihat bintang dan rembulan benaknya hanya Rara yg dipikiranya gadisi itu membuat Adrian mabuk kepayang,malam semakin larut karena kerinduan yg Adrian rasakan smakin memuncak,akhirnya adrianpun meneelpon rara via WA,setelah beberapa kali menghubungi, akhirnya di angkaat juga telepon nya,sungguh girangnya adrian sampai sampai suaranya terdengar ibunya, ibunya pun kaget dan memanggil adrian,(menanyakan ada apa dan mengingat kan adrian kalau waktu sudah malam dan menyuruh Adrian masuk)waktu tak terasa dan  malampun semakin larut, dinginnya malam menyadarkan Adrian,kalau malam telah larut,mereka pun mengakhiri obrolannya,Adrian sangat bahagia karena gadias pujaanya semakin dekat,setelah menutup telponnya, adrianpun bergegas masuk rumah,didapatinya Bapaknya sedang asyik nonton tivi setelah ngobol sedikit sama bapaknya Adrian masuk kamar.
kedua orang tua Adrian tau perubahan pada anaknya, mereka tahu kalau anaknya sdang jatuh cinta, melihat glagat anaknya ibu adrian kadang meledek anak kesayanganya,(minta dikenalin) bapaknya pun tak ketinggalan meledek adrian,bapaknyapun ikut bahagia karna anaknya bener-bener laki laki sejati,walau disisi lain bapak Adrian(Broto 51 th) dan ibunya (Nani 46 th) kurang begitu setuju Adrian berpacaran,mereka takut akan mengganggu belajar anaknya,mereka berdua memaklumi anaknya sedang mengalami puber pertamanya,sebagai orangtua merekapun bertekad akan mendampingi secara diam diam untuk mengarahkan anaknya supaya tidak melupakan pelajaran sekolah.
Tanpa terasa malam semakin larut,suara binatang malam nan bersautan mengiringi keharmonisan keluarga Broto,Adrian setelah masuk kamar dan tidur nyenyak,waktu bergulir akhirnya suara adzan subuh berkumandang menggema di wilayah Tanggerang dan sekitarnya, pak Broto yg bangun lebih awal ,membangunkan istri dan anaknya untuk melaksanakan sholat subuh,setelah dibangunkan Bapaknya Adrianpun bangun bergegas kekamarmandi,madi dan sekalian mengambil air wudlu,untuk sholat subuh dan setelah solat mempersiapkan untuk berangkat sekolah, sebagai ketua  Osis ada tugas yg tidak terselesaikan, adrian mengerjakannya di hari minngu, untuk kegiatan tambahan,ibu Adrian setelah sholat subuh,seperti biasa mempersiapkan sarapan untuk Bapak dan anaknya.sarapanpun telah siap dan mereka sekeluarga sarapan di ruang makan sembari ngobrolin yg ringan ringan.srtelah sarapan pagi Adrian berangkat kesekolah.
Hari,Itu adrian kesekolah hanya mengerjakan tugas Osis, kegiatan rutinan yg ia programkan untuk kegiatan tambahan bagi pengurus Osis,hari-hari berlau tanpa terasa dan hubungan adrianpun semakin dekat.

Suatu hari di perpustakan sekolah

Hari itu Adrian mengajak rara keperpustakaan sekolah untuk sekedar mencari buku,Rarapun mau dan kesempatan itu gk disiasiakan adrian untuk mengungkapkan perasaan cintanya,diapun dg cerdas mencari buku novel yg menceritakan tentang remaja, setelah buku ia dapatkan Adrrian dan Rara duduk bersebelahan di meja perpustakaan, sambil membaca nofel dan Adrian sedikit merayu Rara, sesekali candaan kecil menambah kehangatan mereka berdua,rayuan’rayuan adrian lontarkan dg kata kata mesranya, Rara pun tersipu malu dan kelihatan wajah manisnya memerah,melihat rara ada respon yg meyakinkan,Adrianpun yakin kalau cintanya diyetima Rara, lalu iapun dg romantis ungkapkan perasaanya kepada rara, Rara mendengarkan ungkapan cinta dan sayang Adrian dengan penuh berdebar -debar wjahnya yang manis makin memerah,ada raut bahagia terpancar di wajah gadis manis itu,sejenak Rara memandang tajam ke sosok cowok didepannya,(meyakinkan hatinya)melihat mimik Rara,Adrian berusaha meyakinkan bahwa cinta nya sungguh sungguh sama Rara,mendengar kata kata Adrian yg meyakinkan kalau cwk didepannya benar benar sayang dan mencintainya,akhirnya dg wajah tersipu gadis manis itupun mengutarakan isi hatinya, bahwa selama ini iapun cinta dan sayang samaAdrian.
BUku dan ruangan perpustakaan menjadi saksi bisu,kisah kasih kedua remaja itu,semenjak itulah mereka berdu bertekad untuk mengukuhkan hubungan cinta mereka, harapan yg melambung tinggi di hati keduanyapun terbangun,Adrian berharap hubungan cintanya akan berlanjut sampai menjadi sebuah keluarga yg harmonis,begitu pula dg Rara yg memiliki petasaan dan khayalan yg sma namun mereka sadar usia mereka masih jauh untuk kejenjang keluarga ,mereka bertekad untuk lebih mengutamakan pendidikan terlebih dahulu.

nantikan kisah selanjutnya

RinduKu dimalam minggu

Malam dg bulan temaram dihiasi bintang bintang yg berkedip sesekali kudengar merdu suara binatang malam, menambah syahdunya hatiku yg rindu dgnmu,ku duduk di taman rumah,angin sepoy yg membelai mukaku seakan tahu isi hatiku,waktu itu baru pulul 8 wib, di malam minggu, sebagai anak muda aku malu  karna aku tak bisa datang kerumah calon mertuaku, datang bertemu kekasihku,itulah yg terjadi  di malam itu, kupegang androidku dan tatap wajah kekasihku yg selalu kurindu, lalu kucari kontak kekasihku ku telpon ,  namun sekian lama aku call, tak diangkatnya, dalam hati bertanya, sedang apa dan bersama siapa, kok gk dianggkat angakat, jangan jangan dia punya yg lain,maklum  aku dah lama gk ketemu,apalagi jarak yg jauh memisahkan hubunganku,lalu ku coba tuk ulangi sampai beberapa kali,tetap dia tak ankat telponku,rasa hatiku makin gelisah dan gundah, lulu ku sms dn tulis pesan lewat wa, namun wa”kupun tak di bukanya.
Di malam itu sungguh galau, resah dan gelisah mendera diriku,yah memang hubunanku terpisahkan jarak, aku merantau di ibukota jakarta untuk mengais rizki dg impian yg melambung, kekasihku harapanku membuatku semangat untuk bekerja,mengumpulkan sedikit rupiah dg harapan untuk menikah,dg gadis pujaan hatiku,aku pikir memang dah cukup umur tuk menjalani hidup berumah tangga.
Waktu semakin larut ku tatap jalanan yg semakin sepi, menandakan malam semakin larut, kupegangi androidku, ku lihat wa” ku namun belum juga dibuka, dalam hatiku makin cemas, ada sedikit terbersit di hatiku curiga namun aku berusaha tepis jauh jauh,aku percaya kekasihku akan setia dg hubunanku,kulihat jam menunjukan pukul 11 malam lebih 10 menit,kerinduan makin menggebu,dalam kalbuku,setelah kutnggu tanpa rasa jemu, akhirnya androidku berbunyi,wa” satu pesan buru buru kubuka trenyata dari kekasihku, yg menjawab pesanku,” maaf mas hp ku ngedrop, terus aku habis kondangan di rumah saudara, saudaraku nikahan” itulah jawaban yang ia berikan padaku, seketika sirnalah perasaan curiga dan cemburuku, maklum aku sangat mencintainya,lalu ku tuliskan sebuah kata ungkapan perasaanku di malam itu, kekasihkupun mengerti dg keadaanku,seraya meyakinkan kalau dia setia padaku, dan berusaha menghiburku yg sedang merindukannya dg kata kata mesranya,memang kekasihku adalah yah boleh dibilang cewe solehah yg hidupnya nggak neko neko,boleh dibilang anak mami, wktu itu ingin ku telpon via video call namun waktu dah terlalu malam aku gk enak sama calon mertuaku.Malam tak terasa makin larut dan kekasihku bilang cape dan mau istirahat dan di akhirilah dg tisan kata mesra yg menyejukan hatiku, akupu mengerti dirinya yg kelelahan akhirnya obrolanku ku akhiri dg kata ” I Love you, itulah kisah malam malam mingguku yg rindu ingin bertemu kekasihku.

Ada yg ngalamin, fiktif broo

Suka duka kuli

Kata kata kuli sangat melekat di sebagian masyarakat,terutama masyarakat kecil,kehidupan yg identik degan kerja berat dan pekerja kasar,mereka tak ada tunjangan dan tak ada jaminan masa tua atau dikenal dg tunjangan pensiun,atau kata orang jawa sering mengatakan, ora kerja ora mangan, (gk kerja gk makan) itulah kehidupan kuli,atau buruh lepas,buruh lepas tersebar di berbagai profesi,ada buruh bangunan,buruh tani dan buruh angkut barang.
Pada Kesempatan kali ini penulis akan menceritakan suka duka pekerja buruh,nama dalam cerita ini adalah fiftif dan mohon maaf apabila ada kesamaan nama atau tempat,ada seorang buruh bangunan di ibukota sebut saja namanya, bawor, panggilan akrab teman temannya, Bawor adalah salah seorang buruh bangunan dikota Jakarta,Bawor memiliki satu istri dan empat anak, mereka tinggal disebuah rumah kontrakan di jakarta timur,sebagai buruh bangunan dg 4 orang anak dg gaji dibawah 100000 rupiah perhari, sangatlah berat beban yg teras di pundak bawor, belum lagi bayar kontrakan dan bayar anak sekolah,belum lagi ketika nganggur, Bawor harus berpokir keras untuk menutupi kebutuhannya, istri Bawor yang hanya tulang cuci dan gosok dg bayaran kurang dari 1 juta rupiah ,tidak cukup untuk ongkos sekolah dan jajan anaknya, anak pertama Bawor berada di bangku SMk, no 2 smp dan no.3 di SD, dan yg satu belum sekolah.
Pagi itu kebetulan hari minggu dan sore sabtu seperti biasa Bawor dapat gajihan dari mandornya, karna malamnya Bawor kecapean dan belum sempat memberikan uangnya sama istrinya,paginya sang istripun menanyakan duit,gajihan sama Bawor, “pak duitnya mana ?sini mau buat blanja ! Tanya istri, oh ia ada nih, sahut Bawor, baworpun memberikan uang gajihan sama istrinya, walaun sedikit istri Bawor (ningrum’)selalu bersyukur dan mengucapkan alhamdulillah setiap kali suaminya memberikan uang gajihannya,setelah dikasih uang ningrum istri Bawor lalu membuatkan secangkir kopi buat suami tercintanya, Buu” anak anak mana ? Kok sepi amat,” ningrum yg lagi membuatkan kopi menjawab di belakang ,lagi main paak!,klutig 2 suara sendok istri  bawor menaduk kopi, setelah selesai bergegaslah ningrum ke depan, memberikaan kopinya, nipak” kopinya, kata ningrum menyodorkan gelas, makasih ya buu,” kata Bawor, disruputlah kopi yg masih mengebulkan  asap, terus mengbil sesuatu di kantong bajunya, namun  belum sempat Bawor mengambil nya istrinya ngomong, ” rokoknya jangan kuat kuat, ini juga gk kuat kuat kan rokok gk berat,jawab bawor, maksudnya, rokoknya di kurangi, kata istrinya,  Bawor”ni jg gua kurangin ,no kan dah mau abis ,km bagai mana sih mah, Ningrum, ” Dassar!! Bergegaslah ningrum pergi, kewarung membeli beras untuk satu minggu,dg uang sedikit istri Bawor harus pintar pintar mengaturnya.buat kontrakan,listrik dan gas, dan lauknya.
Hari tanpa terasa bergulir dan mataharipun kembali diufuk barat dan berganti malam keharmonisan keluarga Bawor pun sangat terasa, ketika malam tiba, yah keempat anak kesayangan bawor berkumpul dan bercanda, itulah yg membuat Bawor bersemangat , bekerja membanting tulang mencari nafkah,malam berganti siang, Bawor, bersiap siap untuk berangkat kerja.
Pagi itu kebetulan  sedang hujan rintik rintik,dan baworpun tetap berangkat bekerja, dg menggunakan motor bututnya Bawor berangkat keproyek, sebagai buruh bangunan ,Bawor sudah terbiasa kepanasan dan kehujanan,ia lakoni bertahun tahun walau kadang badan masuk angin namun beban berat mengalahkan rasa  di badan Bawor, bersambung

pemulung kecil

Pagi itu masih kelihatan gelap gulita anak itu,Nono namanya,seperti biasa nono bangun pagi dan bergegas mengambil air wudu,dan melaksanakan sholat subuh,setelah sholat subuh seperti biasa dg rasa lesu dia berjalan kesamping rumah,mengambil peralatatan ,peralatannya sangat sederhana,karung dan sebuah kawat ,setelah itu nano berpamitan sama orang tuanya,Nano sangat berbakti sama orang tuanya ,kondisi ekonomi keluarganyalah yg memaksa nano si anak lugu dan polos itu utk menghabiskan waktu di atas tempat sampah,bapaknya hanya tukang sampah linkungan itupun hanya beberapa rumah,sebenarnya nano sekolah, kebetulan dia masuk siang,setelah berpamitan nano berangkat ke tempat pembuangan sampah untuk mengais plastik dan barang bekas lainya, satu demi satu dia kumpulkan tanpa rasa jiji atau canggung, matahari mulai terbit di ufuk timur,dan menyinari tmpat dimana nano mengais barang bekas,nano sangat gembira ketika menemukan barang yah boleh dibilang agak gede,dia tahu kalau alumunium ada harganya,dia sangat girang dan diambilah alumunium tsbt,di balik kegembiraannya ada rasa yg selama ini mengganjal di benak nano,ternyata nano menginginkan kehidupan yg normal seperti teman temannya,bermain dan punya uang jajan banyak,namun perasaan itu ia pendam dalam dalam,matahari semakin terik dan keringat pun membasahi kening nano,sesekali nano mengusap dahi untuk mebuang kringatnya,tanpa terasa karung sudah banyak terisi botol plastik dan barang lainya,dia seret karung itu dia sadar usianya yg baru 9th tidak mungkin untuk mengangkat karung  tersebut,dia taruh karug dipojok dekat pohon mangga,memang biasanya bapaknya yg mengambil hasil pulungan nano,sembari menunggu bapaknya datang membuang sampah,nano mencarai barang bekas lagi ,sesekali dia duduk istirahat dan menahan lapar karna belum sarapan,sambil duduk melamun dan tebesit di benaknya, seandainya jadi orang kaya mungkin tak seperti ini,ujarnya.namun dia sadar dia tak mau berhayal dan dia berdoa kepada Allah agar diberi rizki dan bisa sekolah terus, mungkin keadaan yg membuat nano berpikir dewasa ,

nantikan kisah selanjutnya…….